Wednesday, 2 July 2014

Proses


  Shallom saudaraaa, sudah lama sekali saya gak ngeblog ya selain nyatetin kotbah hehe. Karena beberapa hal saya jadi jarang banget buka blog, ulangan umum, dan aktifitas lainnya, ditambah saya sempat mengalami beberapa hal yang cukup epic yang membuat saya malas menulis, dan butuh beberapa waktu untuk memulihkan diri ini. Untuk post kali ini saya pakai perumpamaan soal wine hehehe.

  Well, saya percaya ketika kita ingin mendapat suatu urapan, minyak yang baru, maka ada bagian dari kita yang harus hancur, harus direlakan, tentu saja maksud saya kedagingan kita. Kita harus membuang kedagingan kita terlebih dahulu untuk siap menerima pengurapan yang baru, yah walaupun berat rasanya. Enak sih tiap hari bisa internetan, bisa dengerin lagu-lagu boyband/girlband, bisa main game, dll, tapi apakah dengan keasikan tersebut kita bisa menyediakan waktu kita untuk Tuhan siapkan hati kita? Terkadang kita suka lupa loh sama hal itu, kita dibutakan dunia dan mulai kompromi sama Tuhan, "ah Tuhan, satu stage aja dehh, kalo musuh yang ini uda kalah, langsung save terus doa dehh, janjiii", dan terus mengatakan hal itu sampai ke musuh yang paling akhir dalam game yang anda mainkan, atau juga janji berhenti internetan pas di jam 10 malam, tapi malah lanjut sampai jam 4 pagi. Kita jadi kompromi, dan akhirnya masuk ke dalam zona nyaman kita. Dan waktu kita lagi lenje-lenjean di zona nyaman kita, ketika Tuhan berikan sentilan sedikitt saja, kita bisa langsung mengubah dunia ini jadi panggung drama, "Tuhan, hamba memang bersalah! Tapi kenapa cobaan ini datang, ya Tuhan?" ya kira-kira seperti itu, kita menjadi orang yang sensitif, terlalu ssensitif, semuanya jadi over, jadi cepat marah, jadi cepat menghakimi, cepat menyalahkan, bahkan bisa saja kita menyalahkan Tuhan karena tidak menangkap kita dari awal, ingat saudara, Tuhan sudah berkali-kali mengingatkan, ketika kita mulai jatuh dalam dosa, Tuhan selalu memberikan tanganNya, hendak menarik kita, tapi apa respon kita? Kita tenggelam dalam kenikmatan dosa sehingga telinga kita tertutup rapat tidak dapat mendengar suaranya, tangan kita terkepal seakan tidak ingin ditarik, dan apa yang paling parah? hati kita menjadi kebal, tidak merasa malu karena telah jatuh dalam sebuah lubang yang kotor. Apa yang membuat kita seperti itu? Dimulai dari toleransi, merambah menjadi kebiasaan, yang akhirnya merusak hubungan kita denganNya.

  Nah berbeda lagi ketika Tuhan mau MEMPROSES kita. Diproses bukanlah hal yang menyenangkan (ya iyalah), tapi coba deh berhenti mengejar-ngejar berkat dan cintailah proses, ketika kita diproses kan kita lagi dikerat, itu berarti kita lagi dibikin makin cantik bukan? 
Waktu kita lagi berapi-api sama Tuhan, ketika kita menghadapi pemrosesan, kita mungkin akan bilang "saya bersyukur untuk semua ini Tuhan, ini adalah rencanaMu, dan rencanaMu yang terbaik, saya percaya, dan saya siap akan apa yang akan saya hadapi karena saya bersamaMu", nah beda dialog kan kalo kitanya lagi enak-enak di zona nyaman? Beda jauh loh, mungkin kita akan bilang, "apaan nih Tuhan? mana enak jalan di gang sempit, gelap, banyak ranjaunya? enak juga balik ke tempat tadi deehh, terang, banyak hiburannya, seru banget!", kira-kira seperti itu yaa. Tapi proses tetaplah proses, proses itu akan tetap berjalan karena proses tsb adalah bagian dari rencanaNya. Dan bagi kita yang lagi di zona nyaman, kita tidak akan bisa melewati proses itu dengan cepat jika kita tidak melepaskan apa yang kita bawa saat itu, zona nyaman kita! Kita gak akan bisa lewatin proses itu jika kita tetap berpegang teguh dan memanjakan kedagingan kita, ingat kan di awal saya bilang kalo kita harus menghancurkan kedagingan untuk mendapatkan pengurapan, setelah proses itu, kita akan mendapat bukan hanya pengurapan, tapi berkat, dll, tapi bagaimana kita mendapatkan itu kalau kita masih mebawa-bawa zona nyaman kita? Well ibaratkan zona nyaman kita adalah batu yang "terlihat" cantik, kita membawa batu-batu yang terlihat cantik itu, padahal di depan sana Tuhan akan berikan berlian, batu rubi, marmer, dsb, yang JAUH LEBIH BERHARGA dibandingkan dengan sebuah batu yang "terlihat" cantik, dan bukankah akan terasa lebih aman jika kita lepaskan batu-batu itu, mengosongkan tangan kita supaya kita bisa memegang tangan Tuhan?
  
  Saya punya satu perumpamaan lagi, saya dapatkan ini waktu lagi saat teduh, dan teringat akan kotbah seorang pendeta, tapi saya mencari tahu lebih dalam lagi dengan tuntunan Roh Kudus,

"11Moab hidup aman dari sejak masa mudanya, dia hidup tenang seperti anggur di atas endapannya, tidak dituangkan dari tempayan yang satu ke tempayan yang lain, tidak pernah masuk ke dalam pembuangan; sebab itu rasanya tetap padanya, dan baunya tidak berubah.
12Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa aku akan mengirim kepadanya tukang-tukang yang akan menuangkannya, mencurahkan tempayan-tempayannya dan memecahkan buyung-buyungnya"

Yeremia 48 : 11 - 12

Bangsa Moab diibaratkan sebagai anggur yang diam di endapannya, yang tidak pernah dipindahkan ke wadah yang lain, atau dalam artian tertentu, tidak pernah diproses, dan Tuhan berkata, akan ada waktunya, bahwa anggur tsb akan diproses oleh tukang-tukang yang Tuhan datangkan. Ini menggambarkan orang-orang yang sudah terlalu lama berdiam dalam zona nyamannya, dan tidak pernah mau keluar, Tuhan akan berikan proses-proses tertentu supaya mereka menjadi anggur yang matang, yang nikmat.
Saudara - saudara, mari belajar biologi sebentar. Pernahkan anda melihat pembuatan wine?    Mau red wine, white wine, frutty wine, pokoknya segala jenis wine pembuatannya itu melalui proses yang sama. Dan untuk mendapatkan wine yang bagus, yang enak, anggurnya gak bisa salah pilih, dan harus melewati proses yang agak ribet, mulai dari penghancuran buahnya, penambahan sulfida, diperas lagi, dibersihkan lagi, disaring terus menerus sampai semua ampasnya tidak ada, hanya sarinya saja, baru kemudian penyimpanan.



Gambar di atas bisa dilihat kan, bahwa pembuatan wine itu tidak asal. Beberapa berkat dalam pemrosesan :

  1. Pemilihan dan pengetesan anggur, berarti tidak semua orang mendapat proses dari Tuhan kan? Tuhan mencari orang-orang yang bisa menjadi wine yang enak, yang  manis nantinya, Tuhan gak asal pilih anggur yang bonyok-bonyok untuk dijadikan wine, anggur-anggur yang bonyok itu tentunya harus dibereskan dulu. Saya percaya, bahwa diproses itu suatu kesempatan yang baik agar kita menjadi lebih matang lagi, menjadi lebih manis lagi supaya bisa menyenangkan hati Tuhan, jadi diproses itu adalah suatu keuntungan. Jadi buat kita-kita yang lagi diproses, jangan bilang itu adalah cobaan, akan lebih tepat jika kita menyebutnya pembentukan. Dan bersyukur aja lah, secara kita ini termasuk yang dipilih untuk dijadikan wine yang nikmat kan? Kita diproses karena kita dilipilih.
  2. Penghancuran dan pembersihan, anggur-anggur pilihan tersebut akan dihancurkan agar sari buahnya keluar, dan dibersihkan agar ampas-ampasnya hilang. Kedagingan kita pertama akan dihancurkan agar sari yang ada di dalam kita bisa mengalir, dan hati kita juga dibersihkan dari semua ego-ego yang menempel, agar nantinya kita tidak ngestuck saat disaring. Bersiaplah untuk menghancurkan kedagingan anda, memang gak enak rasanya untuk membuang apa yang kita sukai, tapi Tuhan mau kita hancurkan itu semua agar kita bisa mengalirkan sari-sari yang manis, yang baik. Dan hati kita yang tadinya terkontaminasi oleh banyaknya ego kita, keegoisan, kemarahan, kenajisan, semua akan dibersihkan oleh Tuhan, akan dikupas oleh Tuhan, itu semua akan dibuang, mungkin dalam proses ini, anda akan menghadapi banyak orang, situasi yang membuat anda kesal, tapi percaya saja, bahwa ini semua membuat hati anda semakin bersih, ketika kita merendahkan hati, mau mengampuni, mau bersyukur, pembersihan hati ini akan lebih cepat, dibanding kita mengeluh terus-terusan.
  3. Membunuh bakteri-bakteri dan ragi yang tidak diinginkan, Tuhan akan menghancurkan semua benalu-benalu yang menarik kita, semua rantai-rantai yang mengikat kita akan sesuatu yang bukan dari Tuhan, Tuhan akan hancurkan itu, tapi, itu semua akan bisa dihancurkan jika kita sepakat dengan Tuhan untuk menghancurkan rantai dan benalu tersebut. Tuhan kita itu bukanlah Tuhan yang memaksa, Dia memberikan kepada kita pilihan juga, dan itu pilihan kita, mau terbebas atau tidak. Bisa saja sih, Tuhan langsung membuat kita bertobat, tapi ingat, Tuhan kita adalah Tuhan yang memberi pilihan, dan melihat usaha, Dia mau melihat mempelai-mempelai yang mau berusaha menjadi lebih baik lagi untuk Tuhan, mencintai Dia lebih lagi, Tuhan mau melihat kita berusaha merawat buah-buah kita, agar ketika nanti Tuhan bertanya dimana buah-buah yang kita hasilkan, kita bisa memberikan kepada Tuhan buah-buah yang manis, yang besar, dan segar, yang tentunya bisa menyenangkan hati Tuhan.
  4. Penekanan untuk memisahkan benda-benda padat, tentu saja prosesnya gak berakhir begitu saja. Ketika kita sedang dilatih Tuhan untuk mengampuni misalnya, saat itu kita menghadapi proses pengampunan tersebut, dan berhasil mengampuni orang lain yang membuat kita kesal, tapi bukan berarti proses kita selesai di situ, sekali lagi Tuhan memberikan proses lagi, tapi berbeda dari proses sebelumnya, kalau sebelumnya hanya dihancurkan, sekarang kita ditekan sampai benda-benda padat keluar dan tertinggal semua. Ini menunjukan setelah terjadinya proses pertama, akan terjadi next level bukan? Berbanggalah karena artinya kita dianggap sudah bisa mencapai level yang lebih tinggi. Dan ketika menghadapi proses ini, seharusnya kita sudah siap, sudah tau respon apa yang baik untuk menghadapinya, secara kita sudah pernah melewati proses yang sebelumnya.
  5. Filtrasi, di bagian ini, mungkin ada yang akan tertahan di saringan, akan ada yang tersangkut. Akan ada yang menyerah dan bertahan di saringan, tidak mau maju lagi, mereka merasa jenuh, padahal di saat-saat terakhir, adalah saat-saat di mana kita harus makin kuat, makin rajin, makin melekat pada Tuhan. Apa jadinya jika kita menyerah begitu saja? Kita tidak jadi dimasukan ke dalam tong yang sudah disiapkan Tuhan. Bagaimana lolos dari saringan ini? kita harus membuang semua kedagingan kita, hiduplah dengan sangat mencintai Tuhan, sampai-sampai kita tidak mau lagi memanjakan kedagingan kita, sehingga kita bisa lolos dari saringan tersebut. Semakin besar ampasnya akan semakin sulit untuk lolos dari saringan kan? Jadi bersiaplah untuk menghadapi proses akhir. Di mana kita harus menjadi lebih kuat, lebih raji, lebih dekat denganNya.


  Memang sakit sih untuk mengalami proses-proses ini, mungkin akan sulit untuk meninggalkan hobi-hobi kita, mungkin sulit untuk meninggalkan game-game favorit kita atau artis-artis favorit kita, mungkin sulit untuk menjaga emosi kita, sulit juga menjaga pikiran ini untuk tidak negative thinking. Saya pernah melalui itu, waktu saya gak boleh baca komik selama hampir 8 bulan, gak boleh nonton TV sama sekali, gak boleh baca buku selain alkitab atau buku rohani lainnya, saya pernah ngalamin itu, tapi apa proses berhenti di situ aja? Saya tetap dibawa Tuhan ke proses-proses selanjutnya dengan skala yang lebih rumit, saya diajar bersyukur, diajar mengampuni orang yang hampir menghancurkan image saya sehingga saya menjalani hari-hari itu dibenci oleh seseorang, Tuhan ajar saya untuk punya iman, yang sangat sulit waktu itu untuk percaya karena kenyataannya jauh berbeda dari apa yang diharapkan, dan masih banyak. Tapi saya percaya bahwa proses ini belum berakhir. Anda masih disuruh puasa tidak main game/ ngegosip? itu belum klimaks, saya pun belum cukup untuk masuk ke dalan tongnya Tuhan, masih banyak yang harus kita lalui, dan tentu saja kita tidak bisa lalui itu tanpa kekuatan dari Tuhan, dan kekuatan itu adalah cintaNya dan hadiratNya. Yang membuat saya bertahan sampai saaat ini pun adalah cinta dan keajaibanNya, betapa Dia membuat saya jatuh cinta sama Dia, membuat saya terkagum akan semua rencanaNya.

  Jadi, persiapkan diri kita lebih lagi untuk menghadapi setiap proses dari Tuhan! Cintai Tuhan lebih lagi, mendekatlah padaNya lebih lagi, sampai-sampai ketika anda sedentik saja menjauh dariNya anda bisa merasa sangat sedih, merasa gak betah. Ini yang bisa saya share dari apa yang akhir-akhir ini saya alami, gimana saya harus sepakat sama Tuhan untuk menghancurkan kedagingan saya, saya harus mau untuk membuang ego saya dan belajar taat, bagaimana saya harus berlari kepada Tuhan, mencoba bangkit saat saya jatuh. Dan Tuhan bener-bener pulihkan saya dari apa yang saya alami itu, sakit sekali ketika saya gak bisa rasakan hadiratNya, saya cuma bisa menangis, tapi hari ini, saya diijinkan untuk bersaksi. Semua hormat dan kemuliaan hanya untuk Dia, saya hanyalah penulis dari semua keajaibanNya. Semoga post ini memberkati anda semua, God bless you! :D

Monday, 21 April 2014

Perjanjian Darah (Jumat Agung)

Balai Sudirman, Jakarta, 18 April 2014
Pembicara : Pdt.Petrus Agung


  Firman berkata, umat Tuhan dapat binasa karena kurangnya pengetahuan, kurangnya pengetahuan tersebut tentunya menimbulkan banyak kerugian, bukan satu atau dua, tapi banyak kerugian. Seperti misalnya ketika kita memiliki gadget tapi kita tidak mengerti cara memakainya, kita tidak mempelajarinya, kita sama saja dirugikan bukan, sama seperti mengendarai mobil mewah, tapi kalau kita tidak mengerti semua bagian-bagian dari mobil tersebut, bahkan untuk menyalakan AC saja tidak bisa, apa artinya menaiki mobil mewah jika kepanasan? Sesuatu yang tidak kita ketahui itu berakibat ke sebuah kerugian. Hal yang sama dengan Tuhan, umat binasa karena kurangnya pengetahuan akan Dia, dan dalam beberapa kasus akan fatal. Sama halnya dengan pengorbanan Tuhan, kita sudah diberikan anugerah terbesar, tapi kita gak tau apa itu, apa spesialnya dari pengorbanan itu, hidup kita akan sia-sia dan terus sama seperti dunia, tidak ada bedanya, tidak ada asiknya.

  Berbicara soal pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib, berbicara mengenai perjanjian darah.
Matius 26 : 28 "Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa." (TB)

Matthew 26 : 28 "For this is my blood, the blood of the covenant, that is poured out for many for the forgiveness of sins." (NET)

Ini adalah darah perjanjian baru, ketika darah itu dicurahkan, terjadilah perjanjian darah antara kita dan Tuhan, dan perjanjian tersebut sah. Dan perjanjian darah melewati beberapa proses, perjanjian darah bukan sekedar mencampur darah kedua belah pihak yang membuat perjanjian tersebut, namun ada proses-prosesnya dan di setiap proses tersebut ada blessing yang terjadi, ada tujuh blessing yang terjadi dalam sebuah perjanjian darah,
7 Blessing yang terjadi dalam proses perjanjian darah :

1. Proses pertama, pertukaran jubah. Yang terjadi ketika dua orang sepakat akan perjanjian darah, maka satu sama lain akan bertukar jubah. Bayangkan saja kita bertukar jubah dengan Tuhan Yesus, dan yang luar biasa, ketika kita bertukar jubah artinya kepribadian orang yang kita pakai jubahnya itu akan disalurkan kepada kita. Seperti Daud yang memakai jubah Yonathan, di alkitab ditulis ketika Daud memakai jubah Yonathan, he behave wisely, dia berlaku bijak, berlaku seperti anak raja, calon raja, padahal backgroundnya Daud itu hanya gembala loh, gembala gak akan mengerti tata krama seorang raja besar, tapi Daud mengerti itu. Juga seperti Elisa yang meminta hak kesulungan Elia tapi akhirnya mendapatkan jubah Elia, waktu itu dia dapat membelah sungan Yordan, dan 50 nabi yang melihatnya langsung tersungkur dan berkata bahwa roh Elia ada pada Elisa. Peristiwa blood covenant, Tuhan melepaskan jubahNya ketika Dia disalib dan mengorbakan nyawaNya untuk kita, dan Dia pakaikan itu kepada kita, dan sebenarnya jubah itu sudah dipakaikan kepada kita saat 2000 tahun yang lalu, maka itu, karena kita memakai jubahNya, tolonglah behave seperti Tuhan, apakah Tuhan suka marah-marah? apakah Tuhan suka bohong? Nggak! Itu bukan sifat Tuhan, buat apa kita lakukan itu sementara kita uda memakai jubahNya? ayo miliki sifat seperti Dia. Bayangkan saya Tuhan mau memakai jubah kita, yang istilahnya jubah itu kotor sekali, compang camping uda gak ada bentuknya, itu semua karena cintaNya yang ajaib, cuma karena cintaNya yang ajaib itu makanya Dia mau bertukar jubah dengan kita.



2. Proses kedua, setelah pertukaran jubah mereka bertukar ikat pinggang. Di zaman dulu, ikat pinggang tidak seperti ikat pinggang yang sekarang ada, dulu ikat pinggang itu memiliki dua cantolan, ada pedang dan ada kantong yang isinya uang, harta, dll, ketika Dia memberikan ikat pinggangNya, berarti artinya sekarang ini kita memiliki pedangnya Tuhan, pedang roh. Yang satu lagi kan kantung untuk menaruh uang, percayalah, kantungnya Tuhan itu gak bolong, kantungNya selalu terisi penuh dan berlimpah, dan percaya aja kita sudah memiliki itu! Tapi banyak anakNya yang masih belum percaya dan berkata gak punya apa-apa, hidup susah, dll. ingat, setiap kita bertukar sesuatu dengan Tuhan, percaya kita tidak akan dirobohkan dengan apa yang sudah ditukar itu! Karena cintaNya terlalu luar biasa.

3. Proses ketiga, menyembelih hewan, untuk persembahan, biasanya yang disembelih itu ada 4 hewan, lembu, domba jantan, kambing, dan merpati. Tapi jika perjanjian antara manusia dengan manusia, mereka juga akan menyembelih hewan, dari hasil penyembelihan itu kan ada darahnya banya, mereka akan berjalan di atas darah tersebut, bukan jalan biasa, tapi mereka berjalan membentuk angkan 8 yang berarti new beginning, yang berarti abadi, dan akan terusterjadi, tidak bisa dilanggar, dan hukumnya selamanya. Hal ini sama seperti ketika kita ditebus, ketika kita sudah melakukan perjanjian darah denganNya, itu berarti ada new beginning. yakni adanya sebuah awal yang baru dalam hidup kita, yang dulunya kita adalah budak dosa, sekarang kita sudah dibebaskan dan menjadi anakNya, dan itu tidak akan berubah, kita sudah dimateraikan sebagai kepunyaan Tuhan.

4. Proses keempat, mereka akan membuka telapak tangan dan akan ditoreh dengan pisau yang tajam sampai berdarah sehingga menimbulkan luka dalam yang berbekas dan tidak hilang, setelah itu mereka akan menempelkan telapak tangan satu sama lain, hal ini sebagai tanda, mereka menggores telapak tangan mereka dalam-dalam, dan goresan itu akan terus ada sampai kapan pun akan tetap berbekas, dan sesudah mereka menyatukan luka mereka tersebut, di situ mereka percaya mereka sudah menjadi blood brothers. Gunanya sebagai kalau salah satu dari mereka menghadapi musuh yang lebih kuat dari mereka dan pertarungannya menyangkut hidup/mati, orang ini akan menerima tantangan tersebut sambil menunjukan bekas goresan yang pernah dia buat, yang menjadi lambang blood brothersnya dan berkata bahwa lawannya akan menantang dua orang, I have my blood brother. Jika lawannya mengalahkan dia, blood brothernya akan mengejar dia dan membunuh lawannya itu.
Dan kita, yang telah ditebus, berarti kita memiliki tanda itu dalam tubuh kita, tanda bahwa kita adalah milik Kristus, tanda bahwa kita adalah blood brother denganNya. Dan tahukah, ketika kita mengangkat cawan darah, kita sedang berkata kepada setan "I have my Blood Brother", kita memang harus sombong sama si iblis hahah.

5. Proses kelima, bertukar nama,  saling mengambil nama satu dengan yang lain. Contohnya ketika Tuhan membuat janji dengan Abram, nama Abram menjadi Abraham, Sarai menjadi Sarah, itu dari nama Yahweh yang berarti Tuhan, dan Yakub menjadi Israel, El dari Elohim. Allah kita juga disebut, Allah Yakub, Allah Ishak, kenapa Yesus dipanggil Anak Manusia? karena Dia ambil apa yang punya kita, Dia mau ambil status kita, makanya juga kita disebut Anak Tuhan. Kenapa di Etiopia disebut orang kristen? karena Kristus masuk ke dalam hidup kita, Dia Allah kita.

6. Proses keenam, makan roti dan minum anggur, raja yang juga imam, Melkisedekh memberikan kepada Abraham roti dan anggur, dan setelah itu Abraham memberikan persepuluhnya, dan waktu itu Tuhan memberikan perjanjian penyertaanNya yang luar biasa (Kejadian 15 : 1), hal ini berbicara mengenai persembahan perpuluhan, perpuluhan adalah respon cerdas terhadap apa yang Tuhan beri. (dibahas di SHRK hari ke-3 bulan April --> Jurnal SHRK April Hari Ke-3)

7. Proses ketujuh adalah menanam pohon, pohon itu ditanam bersama, begitu juga dengan kita, pohon itu ditanam bersama dengan Tuhan Yesus, pohon berbicara mengenai salib, Tuhan mau mengorbankan nyawaNya di atas kayu salib, dan pohon tersebut melambangkan perjanjian abadi.

===========================================================

Pesan Tuhan
(Ev. Yusak Tjipto) : Bagaimana Tuhan tidak sedih melihat banyak di antara anak-anakNya yang ditemukanNya kecewa, dan menolak diriNya. Yohanes pembaptis pun di akhir hidupnya dia kecewa, padahal dia sudah kenal lama sama Tuhan, dia kecewa karena dia mengasihi dirinya sendiri. Kita kecewa karena kita masih mengasihi diri sendiri! Tuhan bilang, jangan kecewa dan menolak Dia karena waktunya sudah sangat-sangat singkat, inilah hari-hari akhir di mana kerap kali kita justru memohon dan seolah-olah gak didengar Tuhan, ini bahkan dialami Tuhan sendiri waktu Dia di atas kayu salib Dia berdoa "Eli, Eli, lama sabakhtani?" yang berarti "Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku", seolah-olah tidak didengar. Sadarlah, kalau kamu tidak diterima permohonannya, bukan berarti Tuhan meninggalkan kita! Itu adalah penentuan bagaimana sikapmu terhadap Tuhan, kalau engkau tahu, engkau harus mengucap syukur dan bukan kecewa! Kalau hari ini engkau sedang dilanda hidup, usaha tidak sukses, dll, engkau harus tetap mengucap syukur! jangan kecewa! karena Tuhan sudah mengalami lebih dulu, kita harus katakan pada diri sendiri "aku tahu, Tuhan tidak meninggalkan aku dan Tuhan sudah lebih dulu mengalami ini, aku harus tetap bersyukur!"


Sunday, 13 April 2014

Jurnal SHRK April Hari Ke-3

9 April 2014, Balai Samudera
Pembicara : Pak Petrus Agung


  Berbicara mengenai janji Tuhan dalam hidup kita, ketika Tuhan sudah berjanji, janji tersebut sudah diurapi dan dimateraikan. Abraham menerima banyak janji yang tentu saja digenapi oleh Tuhan, dan kita sebagai anak-anak Raja, kita juga adalah keturunan Abraham yang artinya kita berhak untuk menerima janji yang sama seperti yang diterima Abraham dari Tuhan.

Kejadian 15:1,  "Kemudian datanglah firman TUHAN kepada Abram dalam suatu penglihatan; "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar". " 

  Ada kata "kemudian datanglah", "kemudian" adalah kata yang menunjukan bahwa sesuatu telah terjadi, bahkan di terjemahan bahasa inggris menjadi "after these things", berarti ada suatu kejadian sebelum janji ini diberikan ke Abram bukan? Janji Tuhan menyatakan 3 hal :

1. Bahwa Dia adalah perisai kita. Perisai itu kan berarti untuk melindungi, artinya Tuhan AKAN melindungi kita, Dia bahkan akan menjadi pagar tembok orang percaya, kita tidak usah takut karena janji itu sudah kita dapatkan, Tuhan tidak akan membiarkan kita dijamah, dihancurkan, atau pun dilukai, karena Dia lah perisai kita.

2. Kedua adalah, kompensasi, kompensasimu akan begitu limpah dan hadiah untukmu akan sangan besar, ini berbicara mengenai compensation and reward. Setiap kita pasti berkorban untuk mendapatkan sesuatu, dan terkadang, Tuhan mau kita mengorbankan sesuatu untuk bisa lebih dekat lagi sama Dia, yang tadinnya itu adalah hak kita, kita harus korbankan, tapi ada satu hal yang luar biasa setelah kita mengorbankan / mau bayar harga, kita diberikan kompensasi dari Tuhan, artinya, apa yang kita korbankan tersebut dikembalikan lebih dari yang awalnya kita beri, dan kita tidak akan menyesal dengan apa yang pernah kita lakukan, kita gak akan menyesal dengan tindakan taat tersebut, justru kita akan sangat bersyukur, karena kita menerima suatu hal yang sangat luar biasa dan tidak bisa dibandingkan dengan apa yang kita bayar sebelumnya. Tinggal, mau kah kita taat melakukan apa yang menjadi kehendakNya?

3. Yang ketiga adalah hadiah dari Tuhan, reward. Hadiah berhubungan dengan surprise kan? akan banyak hal-hal ajaib yang mengagetkan kita yang berasal dari Tuhan.

Nah lanjut lagi soal kata kemudian yang tadi, sebenarnya apa sih yang terjadi sebelum janji ini diberikan? Tentu saja Abraham uda melakukan sesuatu kan sampe-sampe Tuhan memberikan janji yang hebat begini, lihat di Kejadian 14 : 17 - 24
  Yang sebetulnya terjadi adalah, Abraham merespon blessing dengan memberikan persepuluh dari segalanya, Melkisedekh memberkati dia dengan roti dan anggur, roti dan anggur kan perjanjian juga, perjanjian yang sangat luar biasa indah.
Dia kan gak mau menerima jarahan banyak banget karena itu jarahan dari Sodom, dan well kita tau Sodom itu jahat banget, dan Abraham melihat harta dari Sodom itu menjijikan dan najis, dan dia gak mau dibuat kaya oleh karena harta najis tersebut, dan disitulah perjanjian dibuat.
  Perjanjian melibatkan dua pihak, pihak yang memberikan janji, dan pihak yang menerima janji yang diberikan tersebut, dan keduanya ini harus sama-sama setuju, ketika yang memberikan sudah setuju untuk memberi janji, yang diberi harus menerima, baru di situ akan terjadi perjanjia, tapi jika perjanjian tersebut ditolak, perjanjian itu akan batal.
Setiap kita membawa korban kita untuk Tuhan bukan? Ada beberapa orang yang menganggap hal memberikan persembahan adalah kewajiban di semua gereja harus begitu, padahal tidak, itu bukan kewajiban, itu bahkan sudah ada sebelum hukum taurat. Persembahan sebenarnya adalah respon kita, tanda kita mengIYAkan perjanjian dari Tuhan. Persembahan dan perpuluhan adalah reaksi cerdas untuk mengiyakan apa yang Tuhan berikan ke kita, jadi ketika kita merespon dengan benar, kedua belah pihak, si pemberi dan penerima akan DEAL, dan kita harus praktekan ini supaya pasal 15:1 digenapi dalam hidup kita!
  Ada juga perjanjian lainnya yang keren, ini kan perjanjian persembahan, nah ada perjanjian kesulungan namanya, coba kita ingat-ingat cerita Kain membunuh Habel adiknya, harusnya Kain mati juga loh, tapi nggak dia dikutuk, tapi gak mati, kenapa bisa begitu? Karena dia anak sulung.
Anak Tuhan harus menangkap bahwa perjanjian selalu dua arah, pihak yang memberi dan pihak yang menerima.
  Dari pasal 14 kita bisa belajar, karena Abraham menolak harta dari Sodom, maka ia mendapat perjanjian tersebut, dia mendapat perjanjian roti dan anggur itu, dan itu adalah kompensasinya, terutama ketika dia memberika perpuluhan untuk Tuhan, itu membuat Tuhan akhirnya menyatakan janjiNya kepada Abraham, di sini lah kita harus belajar untuk tahu apa yang milik Tuhan dan bukan milik kita. Berikanlah perpuluhan dengan hati yang benar, perpuluhan adalah JAMINAN kita lolos dari trouble, dan ketika kita memberikan perpuluhan, otomatis akan ada pagar-pagar yang melindungi 90% berkat kita lainnya. Perpuluhan gak cuma bicara soal uang, tapi bicara juga soal waktu, satu hari ada 24 jam, sudahkah kita memberikan 2 jam 40 menit per hari untuk Tuhan? waktu untuk Tuhan.

Thursday, 23 January 2014

Jurnal SHRK Januari 2014 - Hari ke3

22 Januari 2014, Balai Samudera
Preacher : Pdt. Petrus Agung

  Matius 25 : 11
  Perumpamaan mengenai lima gadis bijaksana, dan lima gadis bodoh. Perumpamaan ini berbicara mengenai pengangkatan yang akan terjadi. Ayo kita menjadi lima gadis yang bijaksana yang tidak akan memadamkan pelitanya sampai sang mempelai laki-laki datang, persiapkan persediaanmu dan jangan tertidur, jangan biarkan pelita anda tidak menyala,  karena itu sesuatu yang penting untuk dibawa ke perjamuan kawin, nantikan Dia, jangan tertidur, berjaga-jagalah dengan penuh hikmat, Tuhan mau di akhir zaman ini kita semakin rajin, semakin berapi-api, bukan semakin down, dan meninggalkan Dia karena lelah, semua itu hanya akan menghambat kita untuk menjadi lebih dekat lagi dengan Tuhan.
Ada empat hal yang ingin dibagikan mengenai perumpamaan ini, simak baik-baik;
  • Pertama, bukan soal baik atau jahatnya seseorang, baik atau jahat bukan takaran yang tepat bila ditanya siapakah yang pantas diangkat. Kesepuluh mempelai ini sedang menantikan mempelai pria bukan? Artinya kesepuluh mempelai ini adalah orang kristen, sekali lagi ini bukan soal jahat atau baik tapi soal bijaksana atau bodoh kah kita. Kalau anda ingin diangkat saat rapture nanti, jadilah gadis yang bijaksana, ini bukan soal nasib, tetapi soal pilihan kita, mau dididik diri kita dan Tuhan. Tuhan mendidik kita untuk membuang semua kebodohan di dalam diri kita, Roh Kudus mendidik kkita hari-hari ini, kalau kebodohan melekat pada diri kita, nantinya kita yang akan susah. Kita akan meledak setiap saat, tidak bisa penguasaan diri, sering badmood, panik, terintimidasi, egois, dan masih banyak yang tidak benar akan terus terjadi. Orang yang bodoh hanya mau memenuhi keinginan daging dan hanya mau mendengar pengakuan yang baik dari orang, ingin mendengar pujian untuk kesombongan semata, tetapi orang yang terdidik akan memilki penguasaan diri yang baik, kerendahan hati, dan hati yang mengasihi dengan benar. Seberapa kita mengijinkan Tuhan untuk mendidik kita, disitulah level kita berada? Apakah anda berada di level raja-raja? atau di level bayi rohani? Siapkan diri anda untuk dididik olehNya.
  • Kedua. Apa yang membuat, yang lima bijaksana, sedangkan sisanya lagi bodoh? Karena yang bodoh hanya reaktif, ketika menantikan mempelai mereka tidak menyiapkan minyak utk pelita yang banyak, ketika habis, dan mempelai sudah datang, waktu yang bijaksana berkata belilah lagi minya, yang bodoh memang langsung beli, tapi endingnya telat kan? Sedangkan, yang bijaksana sifatnya antisipatif, disebutkan dari research bahwa antisipatif adalah sifat yang dibentuk dari kecerdasan sejati. Lima gadis bijaksana ini memiliki kecerdasan sehingga mereka memiliki antisipasi dalam bergerak, dan yang harus kita miliki ialah antisipasi untuk peka mendengar suara Tuhan, peka akan kehendak Bapa, dan dengarkan kata nabiNya. Prophetic = prophet, nuabuat. Dengarkan nubuatan yang anda terima, TAPI jangan luarnya saja, tetapi mengerti sampai ke dalamnya, ketika mendengar nubuatan, amini itu dan berhikmatlah, setelah itu jalani lah itu. Seperti misalnya mengenai patok, patok itu cuma alat, sarana yang digunakan sebagai tindakan iman, tapi terkadang kita bukan kagum dengan kuasa Tuhan yang bekerja atas alat itu, melainkan kita kagum dengan alat itu! Padahal otoritas Tuhanlah yang bekerja! Jangan tergantung dengan alat, apalagi ini soal iman! Di akhir zaman ini, yang sedang dirusak iblis adalah pelayanan kenabian, banyak munculnya nabi palsu, penyesatan, dll, kenapa? Karena iblis tau dari 2 Tawarikh 20 : 20, ORANG-ORANG AKAN MENGIKUTI PESAN TUHAN. Jangan sampai ada Yesus palsu di dalam diri kita yang hanya akan menyesatkan kita, hati-hati dengan itu, bisa saja ada false belief, berhati-hatilah!
  • Ketiga, mengenai kebodohan. Ini soal kemampuan kita mengkalkulasi sama dengan seberapa besar kita bisa membuka gerbang Tuhan, kalau yang kita pikirkan hanya mengenai kalkulasi, apa saya akan diuntungkan jika saya melakukan ini-itu, maka anda gak akan mendapat apa-apa, tapi jika kalkulasi itu seperti yang dikatakan di atas, mengenai persiapan membawa minyak untuk pelita-pelita, mengenai kalkulasi untuk antisipasi, di situlah titik kita sedang membuka gerbang dari Tuhan. Tuhan mau kok bukakan itu, gerbang itu isinya semua yang baik, lawatan, berkat, dll. Jangan sampai kalkulasi anda salah, sensitif, bisa jadi anda shut down, dan akan menciptakan hara huru di hidup anda yang sebenarnya tidak penting. Sensitif di sini maksudnya, kena proses dikit uda teriak-teriak gak karuan kayak tante-tante menang arisan (oke, lawak dikit.) kena tetesan air, nganggepnya kena air bah pas zaman Nuh, kena ranting kecil, rasanya kayak kena longsor yang gede banget. ckck.. ayolah jangan manja, kita harus tahan proses, seperti ketetapan yang sudah diberikan Tuhan (lihat di post His Kingdom be Established - Mempelai )
  • Keempat, Yang bijaksana menggunakan uangnya untuk membeli minyak yang banyak supaya pelitanya bisa bertahan dan terus menyala, begitu juga yang Tuhan mau kita lakukan, gunakan apa yang kita punya untuk sesuatu yang bisa membuat kita bertahan, membuat api kita untuk mencintai Tuhan lebih tahan lama, dan tambah besar bukan makin padam. Sedangkan kalau kita lihat lima gadis bodoh, mereka juga punya uang, tapi mereka gak pake itu, pas sudah telat memang dipake tapi tetap aja telat dan akhirnya gak bisa masuk ke perjamuan kawin. Jangan pelit, jangan fokus dengan harta, berkat, talenta, hobi anda karena itu semua datangnya dari Tuhan toh. 
  Semua orang, manusia, dari awal sudah diberi modal untuk bertahan, ditawari untuk mngenal Tuhan lebih dalam lagi, dll, tapi terkadang ada beberapa yang menolak itu, dan jika kesempatan itu lewat, yasudah, Mempelai Pria telah datang dan menjemput yang memang layak untuk masuk ke perjamuan Anak Domba. Apakah anda sudah mempersiapkan kedatangan Tuhan? Apakah anda mau menjadi gadis yang bijaksana? Ayo bangunkan roh kita untuk memuji lebih lagi untuk berjaga-jaga, bangun tembok puji-pujian, tembok api, tembok darah Anak Domba, tembok malaikat, jangan biarkan roh kita ditidurkan, jangan biarkan dinding-dinding perlindungan hati kita dihancurkan oleh si iblis! Maju pasukan Tuhan, jangan lengah! (vu)

P.S : Maaf, saya cuma bisa share jurnal hari ke3, hari pertama dan kedua saya masih sekolah dan kondisi Jakarta rada-rada err ahahah, semoga memberkati ya.

Wednesday, 22 January 2014

His Kingdom be Established - Mempelai

Holy Stadium, Semarang, 27 Desember 2013
Preacher : Ibu Nanik

  Menganai ketetapan. Ada ketetapan-ketetapan yang berasal dari Tuhan. Apa itu ketetapan? Yang namanya ketetapan tentu harus ditaati, harus dipenuhi karena ketetapan adalah suatu kewajiban dan tuntutan, dan kenapa ada ketetapan? karena ada janji, ada persetujuan.

  Mikha 7 : 11
"Akan datang suatu hari bahwa pagar tembokmu akan dibangun kembali; pada hari itulah perbatasanmu akan diperluas."
disebutkan pasti akan datang! Akan datang hari ini di dalam hidup anda! Mungkin saat ini, besok, minggu depan, yang pasti AKAN DATANG. Disebutkan pagar tembokmu akan dibangun kembali, pagar tembok adalah tempat perlindungan yang penting dan setiap pagar tembok yang bocor, yang pernah hancur, retak, suatu hari akan dibangun kembali, dan ingat, perbatasanmu akan diperluas! Perbatasan di sini jangan diibaratkan dengan hal jasmani, bukan hanya rumah atau daerah anda saja (berkat jasmani), tapi pelayanan anda, kecintaan anda akan Tuhan, kesetiaan anda dalam mengikut Tuhan akan diperluas! penyembahan anda akan dibuat lebih lama, lebih berapi-api! Amin!



  Inilah ketetapan-ketetapan yang Tuhan beri : 
  • Harus siap menerima panggilan. (Kejadian 12 : 1) anda harus siap menerima panggilan dari Tuhan, seperti yang Pak Yusak katakan, harus siap berjalan dalam rencana Bapa, walaupun panggilan itu tidak enak, harus bayar harga mahal, tapi kita harus tetap menerimanya. Panggilan di sini maksudnya khusus, Tuhan mau kita menjalani panggilan tersebut dengan ketaatan dan Tuhan akan menyertai, tidak mungkin Tuhan memanggil kita tanpa kita disertai, disertai itu sudah menjadi suatu kepastian, janji, jaminan ketika anda mengikut Tuhan dan menjalani panggilanNya. Bagaimana cara menerima panggilan itu? dengan KERENDAHAN HATI. Tanpa kerendahan hati, kita tidak bisa menjalaninya, menerima bisa, menjalani tidak bisa.
  • Harus siap dimurnikan. Step berikutnya adalah dimurnikan, dimurnikan adalah suatu hal yang gak gitu enak, karena sakit rasanya, orang-orang wajar kok kalo mereka terkadang menolak pemurnian, tapi kita sebagai pasukan Allah di zaman ini, generasi Mikhael, kita HARUS SIAP DIMURNIKAN, karena di waktu-waktu akhir ini, Tuhan sedang mengadakan percepatan, dan kita harus bisa berjalan dengan kecepatan yang Tuhan tentukan. Bicara soal kesetiaan, setiap orang memiliki kriteria kesetiaan yang berbeda-beda di hadapan Tuhan, dan kesetiaan dilakukan dengan hati, bukan karena rutinitas. Kejadian 13:9 -> pemurnian itu berat karena artinya kita harus dipisahkan dengan sesuatu, mungkin hal yang mengikat kita, seperti hobi, memang apa yang kita mau Tuhan tidak mau, apa yang kita tidak mau Tuhan mau (Lol). Jadi, diproses = dimurnikan. Pertama, kita sudah menerima panggilan tersebut, kedua dimurnikan, untuk mengingatkan, di masa ini kita harus tetap menjadi anak-anakNya yang setia dan siap diproses.
  • JANJI AKAN DIGENAPI. Kejadian 13 :14 Janji Tuhan akan digenapi, penyertaan Tuhan akan terus ada, dan janji-janjiNya akan digenapi di atas hidup anda. Pada step menerima panggilan disebutkan akan ada harga yang dibayar, tapi saya beritahu sekali lagi ke anda, bahwa harga yang anda bayar tidak seberapa dengan hasilnya, yang pastinya akan membuat anda kaget dan speechless.
  •  terakhir, HARUS SIAP MENJELANI. Apa pun yang Tuhan rencanakan, karena anda sudah menerima panggilan tersebut, anda sudah dimurnikan, dan menerima janjiNya, untuk seterusnya anda harus siap menjalani, dari step pertama pun sebenarnya anda sudah diajar untuk siap menjalani apa pun yang terjadi. Saran saya, sebenarnya ketika anda mendapat kairos, kairos adalah ketukan dari Tuhan, dan ketukan itu hanya terjadi sekali, jadi kalo anda tidak membukakan pintu, ketukan itu akan lewat begitu saja, dan anda harus menunggu lebih lama untuk mendapatkannya lagi(kalo dikasih untuk dapet lagi ya, kalo gak ya yaudah), jadi sebenarnya, langsung terima saja, toh itu kesempatan, jangan pedulikan apa yang belom terjadi, masa depan ya untuk masa depan, dan Tuhan kan punya janjiNya untuk menyertai kita, jadi untuk apa khawatir? Ya khawatir itu wajar sih, tapi jangan terlalu dibawa negative thinking, nanti akan mager, dan susah untuk berjalan, jangan turunin standart anda, supaya anda berjalan untuk terus naik dan bukan datar atau bahkan turun.
P.S : maaf telat sekali ngepost tentang mempelai dan rajanya, ahahahah, saya harap dapat memberkati ya :D

Monday, 13 January 2014

His Kingdom Be Established - Pengerja

Holy Stadium, Semarang, 27 Desember 2013
Preacher : Pdt. Petrus Hadi Santoso

  Ibrani 12 : 1

  Ada tugas, ketetapan yang harus dipenuhi, yang tidak bisa diganggugugat, mengenai anak-anak Tuhan  harus, wajib mengikuti sebuah perlombaan. Perlombaan yang sangat penting, yang jika kalah ya kita tidak bisa masuk ke Kerajaan Allah. Ada banyak orang menjalani sebuah rutinitas tanpa sebuah tujuan, yang sebenarnya sudah ditanam Tuhan di dalam hati kita, tapi karena kita melakukannya dengan rutinitas itu lah, kita tidak menyadari tujuan kita melakukannya dan apa alasan Tuhan menginginkan kita melakukannya dengan berbeda, buka rutinitas, tapi dengan passion.
  Di Ibrani pasalnya yang ke-11 diceritakan mengenai saksi-saksi iman, dari Abraham, Musa, dan seterusnya, semuanya karena iman kepada Allah. Mereka seperti berlomba lari estafet, memberikan tongkat estafet itu ke keturunan selanjutnya, bedanya dengan kita, ketika mereka memberikan tongkat itu ke satu orang, pada angkatan kita, tongkat itu diberikan ke suatu generasi. Dan ingat! di ayat 38, disebutkan kalau tanpa kita perlombaan ini akan sia-sia, kenapa? karena kita PELARI TERAKHIR. Secepat-cepatnya pelari pertama, kedua, ketiga, keempat, tapi kalau pelari kelima lelet, tim itu akan kalah bukan? Sehebat-hebatnya Abraham, sehebat-hebatnya Isak, dkk, kalo kita letoi? kalo kita males-malesan untuk berlari, ya gak akan sampe ke garis final kan? Tuhan mau kita FINISH STRONG! Ingat! Tujuan dari perlombaan ini apa? mencapai garis akhir dan mendapatkan mahkota kehidupan kan? Kalau anda malas-malasan bagaimana caranya mendapatkan itu? apa mau anda cuma ngomong di mulut saja tapi tidak melakukannya? Orang bilang : "ngomong sih gampang." memang gampang! Makanya kita ditantang untuk gak sekedar ngomong. Jangan jadi pemalas. Di hari-hari terakhir ini, kuatkan kaki untuk berjalan lebih cepat bersama Tuhan, kita harus bisa menyamakan kecepatan kita dengan standart yang Tuhan mau, di hari terakhir jangan malah loyo, kita harus tetap semangat, rajin untuk terus mencari Tuhan, sekali lagi pelari terakhir itu penting.
  Dan, membahas mengenai beban, seperti yang Pak Yusak katakan, bahwa ketika dipanggil, dan diutus, dipundak kita ini ada tanggung jawab, yang terkadang orang menganggap tanggung jawab itu beban. Beban tuh apa sih? apakah itu sesuatu yang memberatkan kita? iya. Karena apa? karena beban itu sendiri adalah pikiran kita kalau kita gak bisa mengikuti pikiran Tuhan. Ketika kita tidak mengikuti pikiranNya, kita lebih memilih untuk mengikuti pikiran kita sendiri, percaya sama saya, pasti berat banget, ikut Tuhan itu wes ngeflow aja, jangan sombong sebagai hamba, ikutin aja kata Tuan kita, jangan merasa pintar, merasa benar dengan apa yang ada di pikiran anda yang bukan berasal dari Tuhan, itu hanya akan membebani anda, karena walaupun di awal anda merasa cocok, di akhirannya, anda akan mengeluh, menyesal. Tapi tentu saja Tuhan gak akan biarkan kita lari dari jalanNya :)


 1 Korintus 2 : 6
  Ada hikmat benar, dan hikmat salah. Kalau yang anda pake itu hikmat salah, yang bukan berasal dari Tuhan, semua akan berantakan, berabe, gak bisa lari, bahkan jalan sekalipun bersama Tuhan, karena sudah ada pikiran yang salah, gagasan yang salah, yang benar memang hanya dari Tuhan.
Ada sesuatu yang disembunyikan Tuhan, yang Ia ingin untuk anak-anakNya mengetahui ini dengan segera, hal ini sudah banyak dibicarakan, ada lagunya bahkan, tapi banyak yang meremehkan ini dan tidak memiliki hikmat yang benar untuk menangkap hal ini, mengerti hal ini, yaitu Tuhan mau memberikan ke kita anggur baru, tapi Dia juga mau kita MENERIMANYA DENGAN KANTUNG YANG BARU. Ada yang mau kenal Tuhan, mau deket sama Tuhan, dan mengalami hal-hal luar biasa yang akan dialami jika kita bersama dengan Tuhan, tapi orang ini mau mengenal Tuhan dengan pemikiran yang lama, bukan yang baru, ia menggunakan pikirannya sendiri, sedangkan Tuhan maunya kita menggunakan pikiran yang baru yang berasal dari pada Tuhan.
Di ayat ke-9 disebutkan, Allah memberikan hal-hal ini untuk anak-anakNya yang mengasihi Dia :
  • yang tak pernah dilihat mata
  • yang tak pernah didengar telinga
  • yang tak pernah timbul di dalam hati
semuanya disediakan oleh Tuhan untuk orang-orang yang mau menjadi generasi yang berlari

Saturday, 11 January 2014

His Kingdom Be Established - Pillar

  Maaf sekali di tanggal 26 kan harusnya bagian Prajurit sama Imam, tapi karena saya kepenuhan banget (kita dapet materai ahahah) saya jadi gk sempet nulis, mungkin untuk bagian prajurit dan imam akan saya post dalam bentuk sharing ya